Tuesday, April 25, 2017

Truthfully

As keen as you want to walk away from it
It merely forces you to stay
The lingering thought on your mind
The familiar distinct scent you once knew
The pace of every sentence coming out from the mouth
The picturesque fine lines above the lips on every smile
The ones giving you the urge to beg and say
Please let me go

Until Then

Somewhere;
Amidst the silences
Beneath the stars
Exposed by the light of the milestone moon
Where the night breezes have you chill to the bone
yet the warmth from the cup of tea
touches the palm of your hand
That's where you will find us
Again
Someday

Sunday, April 16, 2017

Nyatanya

Kamu adalah malam yang mengucap salam pada bintang:
Meski mereka kadang menghilang;
dan
Aku manusia yang mematut-matut diri pada burammu
Sekadar menunggu pagi yang ragu

Lalu

Kamu kuyup sedang aku redup:
Baru saja aku ambil kacu untuk kuseka peluhmu
Tetapi larimu bergegas menuju angin jemu

Jadi

Aku gamang padahal kamu tenang
Barangkali ini yang kamu tunggu:
Menulis pada lembaranku yang tersebar

Tuesday, February 14, 2017

Lebur

Diam menjadi utuh. Tawa muncul sesekali kalau sedang butuh. Bukan karena memang lucu, hanya karena kita saja yang sok melucu. 
Sajak kita singkat, macam tulisan di kolom koran yang tak sampai seperempat halaman.
Ia muncul pada setiap kedipan mata, lalu dibawa tersesat oleh kata. Bercampur dengan debu di jalan menuju rumah atau tertahan oleh awan yang kita jumpai di hangat sore hari. Pada tempat yang aku singgahi atau belukar layu yang terlewati olehmu;
dan ia tidak rindu untuk mencari tahu arah pulang.

01:25

Thursday, November 17, 2016

Tumbuh

Subuh kemarin,
Aku menuju ladangmu
Lalu kutanam benih-benih rasa.

Siang kemarin,
Aku berdoa kepada Tuhan
Agar hujan segera jatuh ke tanah
Dan benih-benih bisa secepatnya tumbuh.

Malam kemarin,
Sesuai doaku; hujan pun turun.
Dan udara dingin seperti biasanya membekukan akal.

Pagi ini,
Aku kembali menuju ladangmu.
Hujan semalam yang sesaat
Nampaknya berhasil.

Tunas rasa kini mengintip malu-malu.
Dan aku harap, matahari renjana esok pagi memaksanya berdiri perkasa.