Saturday, November 12, 2016

Ouwie!

You know what is strange about love?
When it seems to be almost palpabe, you would crush yourself only to reach its surface so you could really feel its magnificence. But then it drags you deeper and suffocates you;
and as you try to pull yourself away from it, you are aware that now you are nothing but your crushed self.
You are full of remorse yet you are willing to hurt yourself again because you are addicted to the taste of love.

Saturday, August 27, 2016

Untuk Siapapun

Semisal kau rasa belum saatnya untuk kembali mengembara, maka katakanlah itu dan apabila persinggahanmu sebelum ini masih menyisakan nyaman, maka nyatakanlah dengan lantang.
Tidak melulu engkau harus berpindah segera setelah semuanya selesai. Namun, lekaslah berbenah agar kelak tidak sulit bagimu untuk kembali memulai perjalanan.

Thursday, August 18, 2016

SENJA dan fajar

Tidak bisa dipungkiri bila senja dan hadirnya lebih dirindukan daripada fajar.

Orang-orang menulis sajak untuk senja, tentang bagaimana langitnya punya kekuatan magis yang membuat siapapun bisa jatuh cinta. Manusia melihat fajar. Tapi fajar bukan yang istimewa.

Ah, tanpa kau ucap pun aku sudah paham.

Aku ini cuma fajar, sementara dia senja bagimu.

Iya, bukan?

Saturday, August 13, 2016

Manipulasi

Kerapkali aku nasihati si Hati

Seribu kali mungkin terlampaui

Sampai mulut berbusa

Bahkan lidah tak kuasa

Tapi cuma lalu.

Mari bernegosiasi

Mari mengalah pada Otak

Biar tahu beda yang maya dan yang nyata.

Jangan buat rugi

Cuma karena apatismu

Kamu boleh munafik sesekali

Dan sudah semestinya naifmu kau tipu

Friday, June 10, 2016

Yogyakarta

Aku jatuh hati pada kesederhanaanmu yang seringkali aku temui di ramai perbincangan antara para penikmat seporsi nasi kucing; dan akrab penjual menambahkan hangat pada secangkir kopi hitam pekat.

Aku terlena menyaksikan dari jalan layang, suguhan pertunjukkan lalu-lalang kendaraan diiringi kebisinganmu yang tak pernah ingin menang dari Ibukota.

Aku tersipu perihal rembulan dan bintang yang masih mau menemani aku menyusuri jalan setapak di larut malam yang gelita sama sekali.

Untuk kamu,
Yang telah menaruh ribuan memori,
Terimakasih karena memaksaku menyisakan tempat istimewa di kalbu.

Jumat, 10 Juni 2016
09:45