ditulis pada suatu malam-tengah malam-
dalam klimaks, jatuh cinta pada kekontemporeran tradisi lewat lagu.
Akar.
Tentu boleh untuk sesekali mengucapkan selamat tinggal pada kewajiban, meski urusan kita belum selesai, kan?
Pada akhirnya aku bertemu lagi dengan rasa. Rindu senja.
Sebab musabab aku tinggalkan kewajiban. Lalu terdiam, lama. Terpaku. Tertarik masuk ke dalam AKAR. Yang menyuntikkan masa lalu.
Suatu tempo ketika manusia masih ber-ramah-tamah dengan kerabatnya.
Suatu kala, ketika putra-putri pertiwi masih tahu menahu akan ibundanya.
Betapa pun gemanya berputar, aku masih tidak dapat beranjak. Bolehkah aku meninggalkan kewajibanku lebih lama lagi?
Sebab:
aku,
masih merindu pada kala itu.
Jumat, 17 Oktober 2014
The Trees and The Wild - Our Roots
Showing posts with label senja. Show all posts
Showing posts with label senja. Show all posts
Friday, October 17, 2014
Tuesday, October 7, 2014
Rindu Senja
Aku rindu bertapak
Di temaram tepian jalan
Dengan tabuhan gendang tak bersajak
Serta bulan dan surya sepadan
Di temaram tepian jalan
Dengan tabuhan gendang tak bersajak
Serta bulan dan surya sepadan
Aku rindu terlena
Oleh suling dan petik dawai
Terbuai dalam embus angin tua
Dikawal oleh temali harmoni
Oleh suling dan petik dawai
Terbuai dalam embus angin tua
Dikawal oleh temali harmoni
Aku tadahkan tangan
Ia beradu dengan rinai hujan
Bersama bisik rintik bersapa
Dan akhirnya menjadi penawar nestapa
Ia beradu dengan rinai hujan
Bersama bisik rintik bersapa
Dan akhirnya menjadi penawar nestapa
Selasa, 7 Oktober 2014
Subscribe to:
Posts (Atom)